Hak dan Kewajiban negara pada rakyatnya

Nama : Ryan Alfiansyah
Kelas : 2 ID03
Npm : 30409500
Ket : Tugas Softskill (Hak & kewajiban negara pada rakyatnya)
Mata kuliah : PKN (pendidikan Kewarganegaraan)


HAK DAN KEWAJIBAN NEGARA PADA RAKYATNYA
(KASUS AHMADIYAH)

  • Sebelum kajian lebih jauh tugas ini dalam membicarakan hak dan kewajiban suatu negara kepada rakyatnya Berdasarkan UUD 1945. besar hati kita melihat banyak pakar dan pengamat mempunyai pendapat seperti Prof. Dr. Notonagoro mengatakan suatu definisi dasar mengenai hak adalah kuasa untuk menerima atau melakukan suatu yang semestinya diterima atau dilakukan terus menerus oleh pihak lain manapun juga yang pada prinsipnya dapat dituntut secara paksa.
    Hak dan kewajiban adalah merupakan adalah sesuatu yang tidak dapat dipisahkan. Akan tetapi terjadi pertentangan karena hak dan kewajiban tidak seimbang porsi yang terjadi pada negara ini bahwa setiap warga yang memiliki hak dan kewajiban untuk mendapatkan penghidupan layak, tetapi warga negara indonesia belum merasakan kesejahteraan dalam menjalani kehidupanya didalam kacamata sehari-harinya.
    Semuanya itu terjadi karena suatu tatanan atas seperti para pejabat tinggi DPR dan MPR lebih banyak mendahulukan hak pada dari pada kewajiban sesuai tugas sebagai pejabat. Seorang pejabat di indonesia tidak cukup hanya memiliki pangkat akan tetapi mereka berkewajiban untuk memikirkan hidup diri sendiri dengan gemerlap rupiah dan kekayaan yang begitu banyak mereka raih seperti seorang atlet yang puas dengan raihan prestasi dalam puncak karirnya. Jika keadaan seperti ini terus dibiarkan maka lambat laun negara kita tercinta tidak mempunyai pondasi dalam melaksanakan kesembangan antara hak dan kewajiban jika keseimbangan ini tidak ada akan terjadi kesenjangan sosial yang berkepanjangan.
    Dalam mencapai keseimbangan antara hak dan kewajiban salah satunya dengan cara mengetahui posisi diri kita sendiri sebagai seorang warga negara yang harus tahu hak dan kewajibannya. Seorang pejabat atau pemerintah pun harus tahu akan hak dan kewajibannya Seperti yang sudah tercantum dalam hukum dan aturan-aturan yang berlaku. Jika hak dan kewajiban seimbang dan terpenuhi, maka kehidupan masyarakat akan aman sejahtera. Hak dan kewajiban di Indonesia ini tidak akan pernah seimbang. Apabila masyarakat tidak bergerak untuk merubahnya. Karena para pejabat atau tikus-tikus nakal ini tidak akan pernah merubahnya, walaupun rakyat banyak menderita karena hal ini dan berbicara pada tempat pengaduan yang pantas. Mereka lebih memikirkan bagaimana mendapatkan materi daripada memikirkan rakyat, sampai saat ini masih banyak rakyat yang belum mendapatkan haknya. Oleh karena itu, kita sebagai warga negara yang berdemokrasi harus bangun dari mimpi kita yang buruk ini dan merubahnya untuk mendapatkan hak-hak dan tak lupa melaksanakan kewajiban kita sebagai rakyat Indonesia.
    Sekarang kita bicara mengenai UUD pasal 28 yang menetapkan bahwa hak warga negara dan penduduk untuk berserikat dan berkumpul dari sana banyak asumsi yang mengeluarkan pikiran dengan lisan maupun tulisan sebagaimana syarat-syarat pengaturan dalam undang-undang. Pasal ini mencerminkan bahwa negara Indonesia bersifat demokrasi. Pada para pejabat dan pemerintah untuk bersiap-siap hidup setara dengan kita. Harus menjunjung bangsa Indonesia ini kepada kehidupan yang lebih baik dan maju. Yaitu dengan menjalankan hak-hak dan kewajiban dengan seimbang. Dengan memperhatikan rakyat-rakyat kecil yang selama ini kurang mendapat kepedulian dan tidak mendapatkan hak-haknya.
    Tetapi pada sekarang pasal 28 banyak orang yang salah mengartikan atau menterjemaahkan apa itu pasal 28 seperti kasus pada akhir-akhir ini yaitu kasus akhmadiyah. kasus ini ini bukan hanya membicarakan tentang hak dan kewajiban sebagai warga negara indonesia yang mempunyai wewenang dalam memiliki pasal 28 yang berbunyi bahwa hak warga negara dan penduduk menetapkan untuk berserikat dan berkumpul tetapi kasus ahmadiyah adalah kasus penistaan agama islam yang bukan diamali oleh nabi muhammad saw. Rakyat diindonesia sekarang-sekarang ini banyak sekali betentangan dengan kacamata publik dasar negara indonesia yang berlandaskan NKRI tetapi kenyataan dilapangan sekarang beberapa daerah seakan akan sudah menjadi NII bukan NKRI lagi, maka pemerintahan harus waspada dengan gebrakan seperti ini karena bagaimana pada zaman soekarno pancasila sedikit demi sedikit akan dihilangkan oleh piagam jakarta. Kita sebagai rakyat hanya mengingatkan kepada bapak presiden (susilo bambang yudhoyono) jangan sampai perintah-perintah itu terjadi sebagaimana yang terjadi dijepang nanti.
    Negara indonesia dalam pasal 28 jangan diartikan dan diterjemaahkan oleh orang yang tidak paham agama memang masyarakat dibebaskan untk beragama tapi ada juga UUD PNPS berisi tentang hal yang menodai agama oleh karena itu bisa mengancam masa depan anak cucu kita kalo anak kita ingin berkembang sesuai perkemabangan yang baik dan berpandangan kedepan tolong selidiki masuknya agama akhamadiyah dinegara indonesia. Mui pun selaku mitra pemerintah yang konstitusional tidak ditanggapi oleh kebijakan pemerintah kalo seperti itu keberadaan Mui, Nu, muhamadiyah, dibubarkan saja karena tidak memberi kontribusi positiv terhadap hak dan kewajiban beragama negara indonesia.
    Negara ini berkembang bila rakyat dan pemerintahan tidak melupakan bhineka tunggal ika yang harus dijaga oleh generasi muda bangsa indonesia. Dengan cara seperti sering melakukan dialog-dialog yang harus dicari titik temu bukan hanya perbedaan ketika orang-orang akan menyeragamkan pendapat atau keputusan yang dicari.
  • About these ads

    One response to “Hak dan Kewajiban negara pada rakyatnya

    Tinggalkan Balasan

    Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

    WordPress.com Logo

    You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

    Twitter picture

    You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

    Facebook photo

    You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

    Google+ photo

    You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

    Connecting to %s