Definisi Dasar-Dasar Pengukuran

DASAR-DASAR PENGUKURAN

    Pengukuran dalam arti yang umum adalah membandingkan suatu besaran dengan besaran acuan/pembading/referensi. Proses pengukuran akan menghasilkan angka yang diikuti dengan nama besaran acuan ini.
    Contoh :
    • Tinggi gedung fakultas teknik UG itu tiga
    • Tinggi gedung fakultas teknik UG itu tiga pohon kelapa
    • Tinggi gedung fakultas teknik UG itu 20 meter
    Pengukuran merupakan perbandingan kuantitatif antara standard yang telah ditentukan sebelumnya dengan yang diukur. Standar pembanding fakultas mempunyai sifat yang sama dengan yang diukur dan ditentukan oleh internasional organization for standard (ISO), American national standard Institute (ANSI), NBS, dll.
    Pengukuran mekanis
    Ada 3 elemen dasar dalam pengukuran mekanis:
    • Elemen empiris didasarkan atas pengalaman dan akal sehat kerekayasaan.
    • Elemen rasional didasarkan pada prinsip perancangan kuantitatif. Hukum fisika dan sebagainya.
    • Elemen eksperimental didasarkan pada pengukuran sebagai jenis yaitu sesuai terhadap percobaan.
    Syarat Pengukuran
    Syarat-syarat dalam proses prngukuran yaitu :
     Akurat
     Teliti/presisi
     Reliable
     Dapat dubuktikan kendalanya (valid).
    Metode dasar pengukuran
    Ada2 metode dasar pengukuran :
    • Perbandingan Langsung
    Contoh : pengukuran penjang dengan mistar
    • Perbandingan Tidak Langsung
    Contoh : pengukuran Kecepatan laju kendaraan dengan spidometer
    Sistem Pengukuran Umum
    Sistem pengukuran umum adalah sekumpulan aktifitas, prosedur, alat ukur, software dan orang yang bertujuan untuk mendapatkan data pengukuran terhadap karakeristik yang sedang diukur.
    Ada 3 fase sistem pengukuran umum:
    • Tingkat 1 : Tingkat detektor pengubah atau pengindera
    Fungsinya adalah untuk mendeteksi atau mengindera benda yang diukur.
    Contoh : jika alat ini adalah pengidera atau tekanan, harus tidak peka terhadap percepatan. Tetepi harus peka dengan tekanan.
    • Tingkat II : Tingkat penyiapan signal
    Fungsinya adalah untuk mempodifikasi informasi dari tingkat 1 agar dapat diterima tingkat tingkat III.
    • Tingkat III : Tingkat pembacaan
    Fungsinya adalah untuk memberi inforamasi yang sesuai untuk salah satu indera/untuk alat kontrol (pengendali).

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s