kisruh pemerintah dan blackberry

Akses konten porno dan situs berbahaya di BlackBerry kini telah diblokir. Research In Motion (RIM), penyedia perangkat sekaligus layanan BlackBerry, baru saja mengumumkan secara resmi bahwa mereka telah berhasil memblokir konten porno di BlackBerry sebelum 100 jam.
Blackberry Dakota Pictures, Images and Photos
Namun demikian, langkah itu ternyata baru satu dari empat kewajiban yang harus dipenuhi RIM di Indonesia. Masih ada tiga lainnya yang harus dipenuhi perusahaan asal Kanada itu tahun ini.

“Ada empat poin yang merupakan hasil diskusi Bapak Menteri (Tifatul Sembiring) dan Komisi I DPR-RI,” kata Gatot S. Dewa Broto, Kepala Pusat Informasi dan Humas Kementerian Kominfo, kepada VIVAnews.com, Kamis, 20 Januari 2011.

Empat kewajiban itu adalah sebagai berikut:

Pertama, RIM wajib membangun jaringan purna jual hingga 40 titik secara nasional. Saat ini, perusahaan itu baru memiliki satu service center yang berlokasi di Jakarta, tepatnya di kawasan Sunter.

“Pengguna BlackBerry itu tidak hanya di Jakarta, tetapi nasional. Kalau pelanggan membutuhkan servis yang resmi, mereka bingung harus ke mana. Sebab itu, kami desak RIM untuk membangun 40 titik sampai akhir tahun,” ujar Gatot.

“Kami akan terus memantau apakah layanan purna jual mereka beroperasi secara fungsional. Kami tidak mau jika hanya bangunan saja, tetapi servisnya tetap harus ada di Jakarta,” tegasnya.

Kedua, RIM wajib memfasilitasi akses lawful interception (penyadapan sah) untuk mempermudah proses penegakan hukum. Prosedur dan mekanismenya akan segera dibahas Kementerian Kominfo bersama RIM.

Ketiga, RIM wajib memenuhi komitmennya untuk memblokir akses konten porno di perangkat BlackBerry selama berada di wilayah Indonesia. Jika hingga tenggat waktu 21 Januari 2011 kewajiban belum bisa dipenuhi, layanan BlackBerry akan dibekukan oleh Kementerian Kominfo. RIM menjamin dalam waktu kurang dari 100 jam permintaan tersebut sudah bisa mereka penuhi.

Terakhir, RIM wajib membangun network aggregator di kawasan regional terdekat dengan Indonesia. Tujuannya, untuk memangkas biaya dan meningkatkan kinerja BlackBerry karena trafik data dibuat lebih ringkas, tidak perlu sampai ke server RIM di Kanada terlebih dahulu.

“Kemungkinan network aggregator ini dibangun di Asia. Tapi, belum tahu di mana. Kami mengharapkan mereka mau membangunnya di Indonesia. Kita lihat saja nanti bagaimana keputusannya,” tutur Gatot.

Dari empat poin kewajiban di atas, RIM baru memenuhi satu poin, yakni memblok akses terhadap konten porno di perangkat BlackBerry. Sesuai komitmennya, RIM akan memenuhi tiga poin lainnya selambat-lambatnya pada akhir tahun 2011. “Itu janji mereka. 40 titik layanan purna jual, fasilitas lawful interception, dan network aggregator semuanya bisa rampung tahun ini,” kata Gatot. (kd)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s